FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PROSES SELF-DIRECTED LEARNING WANITA KARIR DI KOTA TASIKMALAYA

Spread the love

13744-Article Text-37177-2-10-20201012

  • Lesi Oktiwanti Universitas Siliwangi
  • Lulu Yuliani Universitas Siliwangi
  • Dede Nurul Qomariah Universitas Siliwangi
Keywords: konteks, person, self-directed learning, wanita karir

Abstract

Modernisasi dan globalisasi mengharuskan wanita karir mampu membagi peran baik dalam urusan keluarga maupun dalam karirnya. Upaya yang dapat dilakukan oleh wanita karir guna menghadapi berbagai perubahan yang terjadi salah satunya yakni belajar mandiri. Belajar mandiri atau dikenal dengan self-directed learning (SDL) merupakan suatu proses dimana individu mengambil inisiatif dengan atau tanpa bantuan orang lain dalam memenuhi kebutuhan belajarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan dan mendeskripsikan pengaruh dimensi person dan konteks terhadap dimensi proses belajar mandiri pada wanita karir. Penelitian ini menggunakan metode survei melalui pendekatan kuantitatif dengan populasi sebanyak 4024 wanita karir dengan sampel 100 orang (α=0,1) yang diambil secara simple random sampling di sepuluh Kecamatan di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dilakukan pada Bulan April hingga Oktober 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa person dan konteks berpengaruh sebesar 65,8% terhadap proses belajar mandiri wanita karir di Kota Tasikmalaya. Dukungan Konteks pada proses belajar mandiri lebih tinggi pengaruhnya dibandingkan dengan kemampuan personal wanita karir. Wanita karir yang memiliki kemampuan personal yang bagus jika didukung oleh konteks yang memadai akan membuat proses belajar mandiri wanita karir optimal dalam meningkatkan profesionalisme kerja dan ketahanan keluarganya. Dukungan konteks ini khususnya dukungan keluarga, kebijakan organisasi, dan kebijakan pemerintah. Rekomendasi atas penelitian ini yakni: a) perlu adanya dukungan dan kerjasama dari pihak keluarga, instansi dan pemerintah dalam memfasilitasi proses belajar mandiri yang dilakukan oleh wanita karir; b) perlu adanya penataan serius terkait kebijakan instansi dan pemerintah yang mendukung peran wanita karir sebagai pekerja maupun sebagai ibu dan istri.