Dedikasi dari Pinggir Kali

Spread the love

DEDIKASI DARI PINGGIR KALI

Oleh: Fachruddin, S.Pd.

Saija Pengelola PAUD Learning Center Rangkasbitung, Lebak – Banten

“Omne tulit punctum qui miacuit” (Orang yang mencampur sesuatu yang berguna dengan sesuatu yang menyenangkan akan mendapatkan segalanya) – Multatuli –

Kali Ciujung, sebuah sungai yang mengalir dari Provinsi Jawa Barat ke Provinsi Banten. Sungai ini berhulu dari kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak Kabupaten Bogor dan bermuara ke Laut Jawa, di Pantai Utara Kabupaten Serang. Luas Sungai Ciujung kurang lebih 1.850 KM2, dengan panjang sungai 142 KM dan merupakan sungai terpanjang di Provinsi Banten.

Saya Fachruddin. Saya Pengelola PAUD Learning Center, Kebon Kopi. Sebuah kampung padat penduduk, tidak jauh dari Pasar Rangkasbitung. PAUD Learning Center berada di Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

PAUD Learning Center berlokasi tak jauh dari Kali Ciujung. Saat musim hujan adalah saat saya dan dewan guru bekerja bakti hampir setiap pagi. Banyaknya curah hujan tak tertampung di Kali Ciujung, sehingga mengalir kembali melalui selokan dan masuk ke sekolah kami. Meski banjir tiada henti tak menyurutkan niat kami, untuk terus mendidik putra-putri kami di masa pandemi.

Sangat terkejut! Itulah yang saya rasakan saat Covid-19 menghentikan pembelajaran di sekolah kami. Pemerintah mewajibkan semua sekolah melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Banyak murid bertanya, “Kenapa tiba-tiba kami tidak boleh sekolah?” Di sisi lain orang tua berkeluh kesah, “Kami bukan guru. Kami tidak bisa mengajar anak sebaik guru di sekolah”. Guru juga kesulitan membuat rencana proses pembelajaran (RPP). “Suasana belajar di rumah (BDR) tidak sekondusif di kelas. Bagaimana cara agar orang tua bisa mengajar anak sesuai dengan RPP?” seru mereka.

Saya berpikir keras cara menjalankan PJJ. Saya menggali informasi yang tepat untuk disampaikan kepada warga sekolah. Saya juga mengunduh contoh-contoh pembelajaran dari media sosial dan webinar. Hal tersebut mempermudah saya dalam menjelaskan kepada warga sekolah, dan menerapkannya dalam PJJ.

Pada Juli 2020, kami mendapatkan kabar baik. Pemerintah mengijinkan pembelajaran luring, belajar berkelompok di rumah murid dengan protokol kesehatan. Kami bersemangat menjalankannya, karena rindu mengajar putra-putri kami. Saya membagi beberapa kelompok, untuk guru kunjungi setiap hari.

Namun kondisi rumah siswa, tidak sesuai ekspektasi kami. Kondisi rumah di pinggir Kali Ciujung, berbeda dengan rumah pada umumnya. Kecil, sempit dan sirkulasi udara tidak baik untuk murid kami.

Sehingga saya berinisiatif untuk belajar kelompok di pinggir Kali Ciujung. Suasana dan pengalaman baru belajar di pinggir kali, membuat murid saya semangat kembali. Ternyata belajar di luar kelas itu sangat menyenangkan.

Senja itu, saya mengajar murid-murid saya untuk mengenal Covid-19. Mereka menghias sebuah tomat dengan potongan-potongan cotton bud. Betapa takutnya mereka setelah melihat bentuknya, dan membayangkan bagaimana jika virus tersebut masuk ke dalam tubuh mereka.

Sejak saat itu, murid-murid saya berjanji akan menjaga diri. Mereka selalu memakai masker dan mencuci tangan dimanapun mereka berada. Mereka juga rajin mengingatkan keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar mereka untuk melaksanakan protokol kesehatan.

Pendidikan itu berguna dan mengajar itu sesuatu yang menyenangkan. Jika kita mencampur pendidikan dan mengajar dengan dedikasi, maka kita dan murid kita akan mendapatkan segalanya. Teruslah berjuang untuk negeri. Jangan biarkan pandemi menghalangi. Bakti kita selalu untuk ibu pertiwi.